Apa yang terlihat di foto ini? Biasakan , anak-anak mandi dilaut, bersenang-senang dihari libur dan ini pemandangan biasa (sangat biasa di tempat-tempat wisata)...Itu juga yang pertama aku pikirkan ketika melihat mereka beberapa hari lalu, di sebuah pantai diteluk yang indah di sebuah daerah dipantai selatan NAD...Aku menikmati kecerian mereka mandi, berteriak-teriak, saling menyiram air dan berkecipak dipantai yang dalam dan tenang....
Aku memikirkan tentang anak-anak kota yang sibuk dengan aktivitas sekolah (mungkin habis UAN) lalu dengan segala fasilitas yang mereka punya menikmati wisata di tempat-tempat yang mereka tinggal sebut pada orangtua mereka...
Aku menduga mereka adalah bagian dari naka-anak itu, sehingga mandi dilaut adalah kemewahan sendiri buat mereka...
Tapi, dugaan saya salah, mereka bukan anak-anak kota yang datang ketempat wisata dengan semua kemewahan itu...mereka hanya sedikit dari begitu banyak anak indonesia yang mencoba mencari cara paling murah dan mudah untuk memenuhi salah satu hak mereka untuk berekreasi seperti yang selalu disebut-sebut dan dibahas dalam banyak training dan seminar...
Tanpa diberitahu atau sampai diadvokasi segala, mereka pasti tahu bahwa mereka berhak untuk melepaskan diri dari beban pelajaran (bahkan mungkin beban hidup) yang menghimpit mereka dengan cara bermain ke tempat-tempat wisata, tidak peduli mereka harus naik kendaraan bak terbuka yang jelas-jelas membahayakan keselamatan mereka, menikmati bekal makanan seadaanya dari rumah, dan melupakan menu yang ditawarkan restoran atau pedagang-pedagang ditempat wisata itu, tidak peduli bahwa mereka harus bermain dan berenang di laut menggunakan pakaian harian mereka, sehingga mereka harus pulang kedinginan...
Yang mereka pikir hanyalah bagaimana mereka berseang-senang....
Ketika saya mendekati dan bercengkrama dengan mereka, (tadinya niatnya hanya berfoto bersama mereka untuk self action dan mereka sebagai background), tapi berubah ketika mereka dengan malu-malu malah melihat terus pada teman saya yang pegang kamera...naluri saya membisikkan bahwa mereka mengingin sesuatu, sesuatu yang mungkin terlalu mewah untuk mereka...
Ya, mungkin difoto pun masih hal yang mewah untuk begitu banyak anak-anak di pelosok negeri ini, (dalam banyak pengalaman saya datang ke desa-desa dalam pekerjaan saya, baik datang sendiri maupun bersama bos-bos dan teman-teman kerja saya, apalagi kalau dengan bule, saya menyaksikan sendiri dengan sebuah keharuan) bagaimana anak-anak itu begitu semangat dan 'ingin' difoto, ada yang dengan malu-malu kucing bilang pengen difota atau yang yang sambil tertawa bilang ingin difoto bahkan malah banyak yang sudah mau difoto tapi mesti 'dipaksa' dulu, yah namanya juga anak-anak.
Dan anak-anak yang kutemui itu, juga dengan malu-malu meminta aku (tidak persis meminta yang lazim kita pahami), ada bebrap anak malah yang dipaksa dan didorong oleh orang tua dan teman-temannya baru mo difoto...ah, keluguan dan kepolosan mereka, merubah pendapat pertamaku bahwa mereka adalah anak-anak kota yang sedang berlibur (bersenang-senang dalam arti sebenarnya)...
Mereka hanyalah anak-anak yang begitu berbinar matanya melihat wajah-wajah mereka yang kemudian mereka lihat sendiri dilayar kamera, mereka anak-anak yang tertawa lepas melihat tingkah mereka yang direkam di layar kamera...
Ah, anak-anak yang selalu membuat aku berpikir, apa yang telah kulakukan untuk anak negeri ini dan kapan aku akan melakukan sesuatu yang penting bagi kemajuan dan kesejahtraan anak-anak negeriku....
Tidak hanya anak-anak yang dilaut itu, tapi begitu banyak anak digunung, dimuara, dipinggiran rel kereta api, dikaki bukit dan di lorong-lorong sempit kepadatan perkotaan, anak-anak yang terbentang diwialayh-wilayah kosong pedesaan....

1 komentar:
Bagus ya tulisannya, sebuah apresiasi tentang kepedulian kita pada anak-anak selaku penerus generasi bangsa, dijaman seperti ini ga banyak orang yang berpikiran seperti kamu..pertahankan dan terus tingkatkan hingga menjadi karya nyata peduli generasi bangsa, siapa lagi yang akan peduli kalau bukan kita2 ini.
Posting Komentar